Beranda > live > Ngejajal KRL AC Ekonomi

Ngejajal KRL AC Ekonomi

Kemarin seperti biasa habis sholat subuh berangkat menuju bandara Bojong Gede. Namun karena angkotnya menyebalkan, ngetem di tiap-tiap gang, akhirnya ketinggalan kereta ekonomi yang pemberangkatan 05:37 dari Bojong Gede. Kereta ekonomi berikutnya seharusnya ada jam 05:59, namun mulai Senin, 11 Februari 2008 kereta tersebut sudah digantikan oleh kereta AC Ekonomi denga tiket Rp. 6000.

Mau tidak mau harus nambah transport deh hari ini karena kereta berikutnya baru ada jam 06:17. Sambil nunggu kereta dateng hujan turun rintik-rintik, berteduh dulu deh di peron yang ada atapnya. Beberapa kali petugas stasiun mengumumkan bahwa kereta sudah ada di Cilebut. Tunggu punya tunggu, keretanya kok gak dateng. Tiba-tiba ada pemberitahuan bahwa keretanya lagi mogok di Cilebut. Walah….

Jam 06:17 muncul kereta ekonomi biasa, ternyata sampai disusul segala sama yng ekonomi. Ada beberapa penumpang yang mengembalikan tiket kemudian pindah naik ekonomi. Sedangkan aku tetap setia menunggu AC Ekonomi karena udah terlanjur berharap mau nyaman walaupun telat.

Akhirnya jam setengah tujuan, dateng juga kereta yang ditunggu-tunggu. Berebutanlah para penumpang untuk naik, aku sih cukup berdiri saja yang penting pake AC dan tidak berdesak-desakan, harapku. Berangkat dari Bojong Gede sih masih cukup nyaman deh buat berdiri juga. Namun setelah memasuki stasiun-stasiun berikutnya mulailah deh penuhnya seperti krl ekonomi. Sayangnya tidak semua pintu kereta dibuka, cuma pintu tengah saja sedangkan 2 pintu yang dekat sambungan tetap ditutup. Mungkin masinisnya masih berpikir ini kereta express kali. Alhasil, di pintu yang ditutup penumpang dapat duduk di lantai beralaskan koran sedang di pintu yang terbuka terjadi penumpukan penumpang karena penumpang keluar masuk dari pintu tersebut.

Dari obrolan beberepa penumpang, keluarlah keluhan-keluhan tentang kereta tersebut. Mulai dari penuhnya seperti kereta ekonomi, ac yang tidak dingin (cuma kipas angin doang katanya), pintu yang tidak dibuka semua, dll. Begitulah wajah transportasi di negara kita, belum memihak kepada konsumen. Namun ada juga kelebihannya yaitu, bebas dari pedagang asongan/pengemis/pengamen, lumayan ngebut jalannya ( kalo gak lagi kumat mogoknya). Bravo PT. KAI, mudah-mudahan bisa lebih baik lagi dan kalo bisa tiketnya jangan segitu, dibawah 4000 aja.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: